Mungkin banyak yang menemukan kasus serupa, ketika selesai Sholat atau berdzikir di masjid dan hendak keluar, namun terhalang oleh barikade manusia yang sedang menunaikan sholat sunnah Rawatibnya, sehingga harus menunggu mereka selesai sholat karena Rasul melarang kita melangkah di hadapan seseorang yang tengah sholat.
Pada beberapa sholat wajib kita (Magrib, Isya, Dhuhur) memang ada beberpa sholat rawatib badiyah yang disunahkan. Dan biasanya kita musti sedikit menggeser tempat sholat Rawatib dari tempat sholat wajib kita karena ada yang pernah bilang Tempat sholat kita itu akan datang dan menjadi saksi nantinya di Akhirat kelak, sehingga makin banyak hamparan bumi yang menjadi tempat sujud kita, makin banyak saksi yang menambah berat timbangan amal kita.
Sayangnya hal ini lah yang kadang membuat hamparan manusia yang sholat Rawatib di masjid menjadi tak beraturan dan seringkali menghalangi jalan orang lain. Menurut Saya, ada baiknya bagi kita yang hendak sholat rawatib setelah sholat (ba’diyah) pintar-pintar memilih tempat, seperti tak sholat di samping atau di depan pintu, tidak juga di jalan yang biasa orang lewati ketika selesai sholat, dll.
Saya sendiri kadang lebih memilih untuk sholat rawatib tepat menghadap tembok masjid. Selain anjuran rasul untuk sholat di belakang sutrah/pembatas, Insya Allah lebih aman dari lalu lalang orang.
Semoga bermanfaat.
DIarsipkan di bawah: Cur Hard