Anti Stress

Pernahkah kita sesekali memperhatikan apa-apa saja isi tas atau dompet kita? Coba sesekali perhatikan. Biasanya ada saja barang-barang yang tidak berguna atau mungkin jarang dipakai di dalamnya. Pensil patah, bolpen macet, bon lecek, kalkulator rusak, kartu nama dan kartu ATM expired, kertas-kertas ga jelas,dll. Atua mungkin kalau kita sedikit jorok, ada nasi bungkus sebulan yang lalu, permen karet, piring, gelas kotor, mobil, motor (lho?), atau kecoa, tikus dan sebangsanya.

Sadar atau tidak barang-barang seperti itulah yang sering kita bawa kemana-mana kita pergi bersama barang-barang kita yang berguna lainnya. Tentu saja, efeknya, nambah berat bawaan kita. Yup, seperti itulah pikiran kita, kadang kita tak sadar membawa “barang-barang yang tak beguna” seperti itu di dalam pikiran kita. akibatnya, nambah beban pikiran kita, ujung-ujungnya stress.

So, tips pertama ngilangin stress, buang “barang-barang percumtakbergun” itu jauh-jauh dari pikiran kita. Atau kalau memang masih dipakai, simpan saja di kosan atau dirumah, siapa tau sewaktu-waktu kita perlu mengambil pelajaran darinya. Asal jangan dibawa kemana-mana dalam tas pikiran kita. bikin berat sahaja.

2 Tanggapan

  1. dibuang?boleh juga tuh baz…sekarang saya lagi jadi pemulung.terutama barang-barang elektronik yang tidak terpakai (bagus/rusak) untuk dijual kembali dengan sistem bagi hasil dengan pemilik barang,mau tak?

  2. Kalo kata Pakdhe Pascal …

    tekanan(stress) = gaya(beban) / luas permukaan

    jadi, cara kedua mengurangi stress adalah dengan memperluas permukaan : melapangkan dada, berpikiran lebih luas, dan tetep optimis bahwa…

    great responsibilities come with great powers!

Tinggalkan Balasan