Hampir setiap bada’ ujian, kamar saya seperti kapal pecah. Tapi tidak tahun ini. Resolusi 2008: menjadi lebih rapi, membuat saya merumuskan 3 tips membuat kamar senantiasa rapi harum mewangi seeeepanjang hari. Dan alhamdulillah, sudah terbukti, sudah teruji.
Tips #1: Tinggalkan kamar selalu dalam keadaan rapi. Jangan keluar kamar sebelum rapi. Ini pesan saya dapet dari guru ngaji saya. Sederhana tapi, sumpah, berat banget. Intinya pengendalian diri. Gimana kita mau ngelawan rasa males yang seringkali melanda. Penyakitnya: “Ah, nanti aja deh diberesinnya”. Yakin deh, ga bakal bisa rapi tuh kamar kalau kita terus-terusan pakai mind set itu. Better now than tommorrow.
Tiap mau keluar kamar atau tidur, pastikan barang-barang di kamar kita sudah kembali ke tempatnya masing-masing. Piring dan gelas kotor sudah dicuci dan siap pakai, baju kotor sudah masuk tempatnya, buku-buku dan lembaran kertas tak lagi bertebaran di lantai atau di kasur. Bantal, guling, selimut, dan sprei juga musti dikembalikan seperti semula. Ga mau kan, sewaktu kita keluar, kecoa, tikus, atau cicak yang gantian tidur di dalem selimut kita. masih mending kalau cuma numpang tidur, gimana kalau bertelur, melahirkan, pipis, atau BAB di sana.
Saya sudah coba cukup lama tips ini. Awalnya musti dipaksa. Sebelum keluar saya pastikan everything is on the right place. Lagi males atau tidak, lagi terburu-buru atau tidak. Memangnya kita bisa menjamin kita punya waktu lebih luang nanti-nanti?
Tips #2. Kelompokkan barang sejenis, dan sembunyikan. Dasar saya orangnya minimalis, engga suka ribet dan yang terlalu sophisticated. Barang-barang di kosan saya, saya bagi-bagi, saya masukkan dalam satu wadah, dan saya sembunyikan. Maksudnya disembunyikan: jangan sampai terlihat isinya, cukup wadahnya saja. Ini penting, karena yang seringkali membuat kamar kita terlihat berantakan adalah banyaknya barang. 10 barang bisa kita buat seolah menjadi satu barang dengan metode mengelompokan ini. Lebih simple dan lebih bersih terlihat. Buku-buku dan lembaran-lembaran perkuliahan semester-semester sebelumnya mungkin saja bisa membuat kamar saya tak karuan hancurnya misalnya kalau saya sebar dan dibiarkan tak dikelompokkan. Tapi, saya masukkan semuanya itu dalam kardus-kardus, ditambah sedikit kapur barus, langsung saya sembunyikan di bawah kolong tempat tidur saya. Beres, deh. Ribuan barang jadi satu, dari luar cuma terlihat tempat tidurnya saja.
Kelompokkan berdasarkan jenisnya. Elektronik, buku, majalah, baju kotor, baju belum disetrika, alat tulis, kosmetik, makanan, sepatu, sampah, dan sebagainya. Bisa juga berdasarkan waktu pemakaiannya. Misalkan, saya punya satu wadah yang isinya barang-barang yang hampir pasti ada di saku saya tiap harinya: dompet, flashdisk, handphone, jam tangan, bolpen, dan kunci2. barang ini yang paling sering diakses dan tak boleh dilupa. Sering banget kan, kita berangkat ke kampus jadi telat gara-gara mencari dompet atau barang ‘wajib bawa’ gara-gara kita tak punya tempat yang pasti menaruhnya?
Wadah yang musti ada: lain-lain, alias gudang. Ini buat menampung barang-barang yang kadang tak masuk klasifikasi kita. daripada ga jelas merusak suasana, masukkan saja semua kesana. Ga usah peduli seberantakan apa di dalam wadah itu, yang penting dari luar terlihat bersih dan rapi.
Tips #3. Safety First. Utamakan K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja). Kalau dalam hidup kita prioritasnya keimanan, kalau dalam beberes kamar, prioritasnya keamanan. Atur barang-barang dalam kamar agar keamanan dan keselamatan diri dan sekitar menjadi yang paling utama. Perhatikan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi: kebakaran, konsleting, banjir, ledakan, kesetrum, dan kemalingan. Semisal, tidak menaruh minuman di dekat piranti elektronik. Kabel-kabel di cek tidak ada yang terkelupas. Sebelum keluar kamar, pastikan lampu, elektronik, colokan ke listrik, dan kompor dalam keadaan off. Dan, jangan lupa: sedia payung sebelum hujan, siapkan untuk segala kemungkinan terburuk tersebut. Sedia kotak P3K, punya nomer-nomer darurat terdekat yang bisa dihubungi (polisi, pemadam kebakaran, bank, Rumah Sakit, dll).
Masih banyak tips lainnya, tapi minimal tiga tips di atas kita biasakan terlebih dulu. Sambil melakukan tips yang ke empat (optional) : studi banding ke kamar-kamar teman kita yang lain. Semoga bermanfaat.
DIarsipkan di bawah: Work Hard | Tagged: Beberes, Kamar, Kos, Safety First, Tips


wow…
nice tips.
inspiring enough
thx…
Kelompokkan berdasarkan jenisnya. Elektronik, buku, majalah, baju kotor, baju belum disetrika, alat tulis, kosmetik, makanan, sepatu, sampah, dan sebagainya.
kosmetik???
kok jadi kuatir…
assalamu’alaykum wr wb
kalo saya sih, ba’da pengumpulan tugas =D
kamar penuh kertas, cat, lem, kayu balsa, chipboard *tau dah tulisannya bener apa ga* dll
oya, kok ngga ada blog saya sih di “temans” ???
http://rezaprimawanhudrita.wordpress.com
buang barang2 gak penting… hehehe
wuih, senengnya yang punya kosan
kapan main ke kosan saya di Cisitu?
hohoho
@ restya:
kosmetik <– emangnya kenapa? hehe…
@ reZa:
ah, ada kok.. coba liat… hehe
@ hewan:
wah, ada kak Hore.. situ aja belum maen ke kosanku.. btw, kapan nih kita reunian alumni asrama salman? hehe
Hm… Tips yang asyik!
Jadi inget pas saya liat bareng Aslih…
Btw… Tu kamar dipelnya, seberapa sering, Kak?
Eya, masukin ke TEMANS, ya! Baru bikin blog, nih…
Oya, Kak, Karafuru-San = Araf EL 07.
Hidup beres-beres kamar!
[...] Pengen tau tips Beresin kamar? Klik_di_sini. [...]
@ araf: oke, sudah di link.. selamet ya, masuk elektro… OK Champ!!
[...] Tips lengkapnya, klik di sini. [...]