Wisata Kuda Ganesha Makan Korban?

Pulang Tarawih semalem, dapet cerita serem dari temen. Katanya kisah nyata. Tentang wisata kuda Ganesha yang memakan korban. Tau kan wisata kuda yang aku maksud. Buat pengunjung setia ITB dan Kebun Binatang Bandung pasti tau bener yang satu ini. Bayar lima rebu bisa naik kuda muter-muter di sekitaran Jalan Ganesha dan Gelap Nyawang. Tarif berbanding lurus dengan berat badan si penumpang. Makin berat makin mahal. hehe..

Temenku itu dapet cerita ini dari salah seorang dosennya yang konon melihat langsung kejadan di TKP. Kejadiannya berlangsung tragis. Waktu itu ada seorang anak yang memanfaatkan jasa wisata kuda ini. Naasnya, suatu ketika, pada saat dia masih berada di atas kuda yang tengah melaju perlahan, sebuah mobil Kijang menyerempet sang kuda. Walhasil, Si Kuda terhenyak dan tak bisa mengontrol diri. hal yang sama juga terjadi pada sang pemandu kuda yang ternyata juga masih remaja dan sepertinya belum lihai benar mengendalikan diri apalagi mengendalikan kuda. Akibatnya kuda melaju kencang sembari melompat-lompat. bagaimana nasib si anak?

Si anak terlepas dari pelana, tapi tidak pada kakinya yang ternyata masih tersangkut pada pada pedal di tubuh si kuda. Kisah selanjutnya bisa dibayangkan sendiri seperti apa. Katanya si anak kemudian dibawa ke boromeus, sayang tak tertolong.

Terlepas dari benar tidaknya berita ini, terlebih ini berita berantai. Semoga kita bisa lebih berhati-hati dalam setiap aktifitas kita, terutama pada saat rekreasi bersama keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Bukan maksud menakut-nakuti apalagi menurunkan omset jasa wisata kuda di jalan ganesha. Kejadian seperti ini bisa terjadi dimana saja. Think about the worst that can be happen.

CMIIW

6 Tanggapan

  1. korban gemana baz? jatuh maksudnya?

  2. Bentar dha, belum selesai nulisnya..

  3. barusan baca di blog pak rinaldi munir…
    serem juga ya..

  4. oh iya, bener. di blognya pa rinaldi munir lebih kumplit dan dramatis.

  5. Haiya, baru mau komen ada di blog nya Pak Rin, hehe…

  6. hoo…emang kalo cerita berantai mah jarang ada yang bener2 sama.
    aku dapetnya yang keserempet si pemandu kudanya.
    jadi aku mikirnya, si kuda yang saking sayangnya sama pemandu, tak tega ngeliat pemandu kesakitan gara2 keserempet dan bertekad untuk menolong si pemandu dari peristiwa penyerempetan. Tapi, apalah daya, si kuda yang berada di keramaian lalu lintas kurang bisa mengendalikan akalnya harus berbuat seperti apa.
    Akhirnya, dalam kebingungan seperti itu, si kuda tertekan jiwanya sehingga meluapkannya dengan histeria.

    Kalo ternyata ceritanya kayak ceritanya Albaz, aku jadi kecewa. Soalnya kisah kasih kuda-pemandu jadi gak ada. :-(

Tinggalkan Balasan