Cinta Tidak Butuh Kata-kata

Innalillahi wainnailaihi roji’un.

Pagi tadi pulang dari joging (halah, joging setahun sekali aja), dapat kabar dari ibu2 tetangga kalo bapak tetangga depan kos-ku meninggal dunia gara-gara sakit.

Memang, sejak setahun lebih sebulan yang lalu, beliau terkena penyakit stroke sehingga setiap hari hanya berbaring di kasur dan sesekali di pagi hari duduk2 di depan rumahnya.

yang membuatku kagum adalah ketegaran dan kesabaran sang istri, bisa dibayangkan setiap hari selama sang suami menderita penyakit itu, beliau harus menambah beban pekerjaannya untuk mengurus semua urusan sang suami, mulai dari menyiapkan makan, mandi, bersih2, sampai uirusan mencari nafkah. Subhanalloh. dan semua itu dilakukan setiap hari sampai entah kapan.

Jadi inget kisah seorang suami yang pernah diangkat di Kick Andy. Yang mengalami nasib mirip-mirip cerita di atas. Istrinya sakit, bukan cuma tidak bisa bergerak, bahkan berkata-kata pun tidak mampu. Namun setiap hari sang suami selalu setia dan mengajak berkomunikasi tiap hari meski jawaban dari sang istri hanya anggukan, kedipan mata, dan sesekali air mata.

Subhanalloh. Kalo kita dalam posisi seperti itu, masih bisa ga ya kita melakukan hal yang sama…

    Mengapa Slalu aku yang mengalaaahh..
    tak pernahkah kau berfikir, sedikit tentang hatiku…

9 Tanggapan

  1. cinta,,, deritanya memang tiada akhir,, :oops:

  2. Assalamualaikum. mana cerita tentang kalimantannya?

  3. ehhh ternyata albas fans “seventeen ” tohh??!! :D

    yaa…mungkin inilah yang disebut cinta sejati. jadi kapan kamu nikah baz ???

  4. Cie…cie…
    jgn lupa undangannya, y..hehe

  5. ahahaha, suaramu nyanyi seventeen bagus baz…. kedengeran dari blog ku bagus baz, :p…….. ceritamu keren baz. merinding awak

  6. cinta tidak butuh kata-kata, sepakat dan adakalanya statemen tersebut bisa dibenarkan, ana sendiri juga tidak begitu suka dengan kata-kata, namun kadang kata cinta juga di butuhkan ingat juga cerita tentang penyesalan seseorang yang sangat menyesal karena belum sempat-sempat mengungkapkan cinta seseorang tersebut telah meninggal dunia, padahal kata-kata tersebut sangat di harapkan oleh orang yang telah meninggal tersebut.

  7. @ dhimaz: wah, dhimas fansnya sungokong…

    @ KH MDerzzZ,: Wa’alaikumsalam… insya Allah nanti diceritain deh… tunggu ya…

    @ ajunkwees, restya : walah, ini kok malah nanyain nikahan. sabar, ada waktunya…

    @ oding: biasa aja ding… dari dulu suaraku ya kayak gitu… hehe…

    @ arema: betul2… setujuh sayah…

  8. Aku sepakat dengan Arema bahwa kadang kata cinta perlu diucapkan, tetapi penjelasanku berbeda. Ketika ada fulan mencintai seseorang., ia diminta untuk mengatakannya kepada orang itu. Maka si fulan berkata kepada orang itu, “Aku mencintaimu karena Allah”. Cara ini pernah kucoba dua kali tetapi dalam bentuk tulisan, Dan efeknya, Subhanallah, persahabatan kami menjadi lebih dekat. Ia mengakui diriku sebagai sahabatnya.
    Tetapi cara ini kuterapkan kepada sesama laki-laki, ya. Kalau kepada perempuan, nanti saja saat menikah, bisa bahaya kalau kuucapkan sekarang. Nanti malah terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan