Beberapa hari yang lalu, Subuhku bukanlah subuh biasa (afgan mode: on, hehe)
Si bapak Imam yang biasanya langsung mimpin dzikir bada sholat, ga ada angin, ga ada hujan, kemaren tiba2 ngasi kultum..
Wah, pasti kultum bukan sembarang kultum pikirku. Aku yang biasanya langsung ngeloyor, jadi duduk manis barang sejenak (duduknya biasa aja, yang manis orangnya.. hehehe)..

Ternyata memang special kultum, kultum yang agak langka, tapi penuh hikmah.. mau aku ceritain lagi, tapi ternyata waktu tanya mbah google, eh sudah ada yang ngebuat versi ketikannya, ya wes aku copas aja..
begini ceritanya…
taken from: http://majelisfathulhidayah.wordpress.com
Pada suatu zaman ada seorang murid yang ta’at kepada gurunya, setelah ia belajar lama ia pun kembali ke kampung asalnya, tahun demi tahun ia lalui yang akhirnya beliau menjadi seorang yang alim yang terkenal di kampung itu dan di juluki “Syekh Maulana Kendi”.
Kenapa beliau di juluki Maulana Kendi?, karena beliau tidak lepas dengan kendi tersebut untuk mengambil air wudhu dan untuk beliau minum airnya, keta’atan ibadahnya sehingga beliau tidak memiliki harta apapaun, kecuali gubuk kecil yang beliau tempati bersama seorang muridnya yang beliau sayangi.
Keta’atan dan ketaqwaannya menjadikan contoh untuk muridnya yang selalu mendampinginya sehingga muridnya pun menjunjung tinggi akhlak dan kebesaran ilmunya. Pada suatu saat Syekh Kendi menceritakan tentang gurunya yang berada di negeri seberang dan akhirnya menyuruh muridnya untuk menemuinya.
Keesokan harinya sang murid berangkat kenegeri seberang dan sampailah didepan gerbang guru besar Syekh Kendi, maka murid Syekh Kendi bertanya : “Apakah ini rumah guru besar Syekh Kendi?”, rumah yang bagaikan istana yang luas, penjaga yang begitu banyak membuat keraguan murid Syekh Kendi, seraya dihati berkata : “Guruku Syekh Kendi miskin tak punya apa-apa sedangkan guru besarnya seperti ini”. Bertambah keanehannya di kala melihat didalam istananya bangku-bangku emas dan mahkota emas dan begitu gemerlapan emas yang ada di dalam rumahnya.
Dan akhirnya berjumpalah murid Syekh Kendi dengan guru besarnya yang bernama Syekh Sulaiman (Guru dari Syekh Kendi), tiba-tiba beliau berkata : “Apakah engkau murid Syekh Kendi murid dari pada kesayanganku?” benar wahai guru besar (Guru Sulaiman), beri kabar kepada muridku agar dia lebih zuhud lagi didunia dan salamkan ini kepadanya
Kebingungan bertambah, guruku yang miskin di suruh tambah miskin lagi menurut kata hatinya, dan pertanyaan ini membuat bingung dan akhirnya keesokan harinya dia pulang menuju rumah Syekh Kendi gurunya dan membawa pertanyaan yang membingungkan
Setibanya dia dirumah Syekh Kendi dengan gembira Syekh Kendi menyambut kedatangannya seraya bertanya : “Apa kabar yang kau bawa dari guruku tercinta?” muridnya menceritakan : “Wahai guruku aku diberi kabar agar engkau lebih zuhud lagi hidup didunia.”, tiba-tiba Syekh Kendi menangis, menangis dan menangis lalu mengambil kendinya dan memecahkannya seraya berkata : “Benar guruku, benar guruku”.
“Ketahuilah wahai muridku kemewahan dan keindahan Syekh Sulaiman guruku tak sedikitpun masuk kedalam hatinya, sedangkan aku selalu mencari-cari kendiku dan aku takut kehilangannya, ini yang menyebabkan aku kurang zuhud kepada Allah SWT, karena masih ada dunia dihatiku”
DIarsipkan di bawah: Pray Hard | Ditandai: kendi, tausiah, zuhud
baru kepikiran, kalo di jaman sekarang, mungkin banyak muncul syekh2 baru yang keren2 namanya:
syekh maulana handphone,
syekh maulana facebook,
syekh maulana blackberry,
dll.
wah, nice one…
tengkyu yakk…
sama2
duh kayaknya aku syekh maulana IP nih..
pasti IP-nya gede ya?
Subuh saya selalu di rumah nih, dingin banget ke luar *kelihatan banget males gw*
Suatu saat bisa muncul syeh blogger kali..
http://mromi.wordpress.com/
aku sih lebih ingin jadi syeh rombenkz… kayaknya lebih kerenz….
salam kenal
http://4gratisfree.blogspot.com
salam kenal juga…