Cerita Lama, Visit Kaltim 2008

Baiklah, karena aku sudah terlanjur janji di beberapa comment sebelumnya, ini dia sekelumit cerita perjalanan saya di Kalimantan beberapa bulan yang lalu. Mungkin agak basi, tapi tahpapa, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Awal November 2008 yang lalu aku berkesempatan mengisi Training Manajemen LDK se-Kaltim, terimakasih Jazakumullah buat temen2 yang ada di sana sudah berani bertaruh dan menyerahkan kepercayaan yang bergitu berat ini pada Kami. Mengisi Training? Hoho, berat kali pun. Tidak lebih mengerikan dari yang anda bayangkan, sodara2. Mereka menyebut ini training, kami menyebutnya sharing. Bedanya, kalo training itu vertikal, sharing itu horisontal. Jadi seperti ngobrol2 santai saja.

Aku berangkat bertiga dari Bandung bersama dengan brother Gumi (Sipil 05 ITB), dan brother Furqon (Ilkom UPI 06). Dengan kombinasi ITB banding UPI = 2 banding 1, bisa dipastikan siapa yang di sepanjang perjalanan menjadi bulan-bulanan. Hehe. Kami bertiga berangkat dari Bandung Super Mall (BSM) dengan travel untuk lebih dahulu transit di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Dari Jakarta diteruskan dengan Lion Air langsung mendarat di Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sebelum lanjut, kita Tebak2an dulu yow. Apakah ibukota provinsi Kalimantan timur? Balikpapan? Ternyata bukan sodara2. ibukotanya adalah Samarinda, walau memang pintu akses dengan dunia internasional berada di Balikpapan, ya Bandara Sepinggan ini. Aneh, ya? Aku juga baru tau waktu itu. Masih seputar Bandara, fyi (for your info), survei membuktikan bahwa diantara kami bertiga, seluruhnya baru naik pesawat untuk pertama kalinya saat itu. Hehe. Katro mania sekali. Maka, gak aneh waktu itu kami melakukan satu tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh kalangan terpelajar sepeti kami.

Di Bandara, Registrasi Keberangkatan..

Recepcionist: “Ini mas, silakan tiketnya. Di Bagian XX (aku lupa bagian apa) ya.”
Kita Bertiga: “Iya, terima kasih mbak.”
(langsung pergi)

(gak lama balik lagi)

Kita Bertiga: “maaf mbak, kita nunggu ato langsung naek aja?”
Recepcionist:
GUBRAK.
Senyum2 sendiri, tarik napas, dan…
“Mas langsung kesana aja ya, nanti dipanggil kalo pesawatnya sudah siap.”

Hehe. Kalean pikir naek angkot?

Singkat cerita, Kami sampai juga di tempat tujuan. Di daerah Tenggarong, Kutai Kartanegara, sekitar 3 jam dari Balikpapan. Karena kita sampai di sana sudah terlalu larut dan besoknya kami harus beraksi, kami langsung beristirahat.

Hari pertama training berlangsung seru, panitia sepertinya serius sekali dengan acara tersebut. Kami bertiga mendapat giliran masing-masing plus minus 2 jam untuk berbicara. Aku bagian syiar dan marketing, Gumi bagian keuangan, furqon bagian mentoring. Pesertanya dari seluruh kampus yang ada di kaltim. Yang aku inget: Universitas Mulawarman dan Politeknik Negeri Samarinda. Uniknya, karena di sana banyak perusahaan pertambangan, banyak mahasiswa yang ternyata merangkap sebagai pekerja perusahaan. Melihat pola yang seperti itu, tentu saja kehidupan mahasiswa disana punya warna tersendiri yang berbeda dengan di kampus-kampus lainnya.

Masih di hari yang sama, malam harinya kami didaulat untuk bergabung dalam acara ramah tamah. Kali ini suasananya jauh lebih santai. Kami sekedar sharing dan bercerita tentang kegiatan di kampus masing-masing.

Hari Kedua, tidak ada agenda berarti. Artinya Kami bisa jalan-jalan. Hehe. Namun, karena bukan daerah wisata, kami tidak terlalu berharap banyak, apalagi hari itu cuaca panas bukan main. Daerah yang tercatat kami kunjungi seharian itu adalah:

1. Pulau Kumala. Semacam pulau kecil yang ada di tengah-tengah sungai Mahakam. Untuk sampai ke sana Kami harus menyewa perahu boat. Di dalam pulau tersebut, terdapat berbagai macam arena rekreasi dan permainan seperti pasar malam di kota-kota besar. Ada kereta-keretaan, pusat oleh-oleh, biang lala, biang keringat, dan biang kerok. Hehe. Sayanya, karena bukan masa liburan, tidak banyak pengunjung yang datang sehingga beberapa wahana tidak dioperasikan. Beruntung ada satu wahana yang beroperasi dan sepertinya seru. Entah apa namanya, tapi intinya seperti lift yang bisa naik turun dan berputar 360 derajat dan membawa kita bisa melihat seluruh penjuru Kota.

2. Museum. Sebagai mahasiswa yang baik, Kami pikir tidak ada salahnya melakukan rekreasi edukasi, salah satunya berkunjung ke Museum. Hehe. (bilang aja gak ada tempat lain yang bisa dikunjungi. Hehe). Tidak banyak yang Kami temui di museum ini, selain peninggalan sejarah jaman dulu (ya eya lah..). Memori kami terbawa ke beberapa abad yang lalu ketika Kerjaaan Hindu Pertama di Indonesia, kerajaan Kutai berdiri di sini. Di sebelah museum, terdapat makam raja-raja dan orang-orang penting kala itu. Di sebelahnya lagi terdapat masjid yang konon merupakan masjid tertua disana. Di sebelahnya lagi terdapat pasar oleh2. manik-manik, sarung samarinda, amplang, dll semua ada di sini.

dsc02742keliatan giginya aja..

dsc02737gumi: oke, dengarkan sugesti saya..

dsc02760di dalem lift..

dsc02757kota Tenggarong dari langit. liat batubara yang lagi diangkut sama kapal tengker..

dsc02787ini dia masjid raya samarinda..

dsc02803foto2 dulu.

Hari terakhir, Kami harus kembali ke Balikpapan, tapi sebelum itu, panitia mengajak Kami menyempatkan diri ke Samarinda. Ternyata panitia tidak mau rugi. Hehe. Mumpung Kami masih disana, sekalian saja mereka meminta Kami untuk mengisi acara mereka. Kali ini, khusus Kampus Universitas Mulawarman saja. Oiya, Kami juga sempat mampir untuk membeli Amplang dan berkunjung ke Masjid Islamic Center, yang katanya Masjid paling besar di Samarinda.

Sorenya, kami langsung meluncur ke Balikpapan, dan untuk kedua kalinya Kami naik pesawat, sampai di jakarta, dan kembali ke Bandung dengan Travel.

Alhamdulillah, melelahkan, tapi seru dan menyenangkan sekali bertemu dengan kawan2 di Kaltim. Semoga bisa membawa manfaat dan barokah. Amin. Melalui postingan ini pula, Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada segenap panitia penyelenggara acara dan seluruh peserta yang hadir. Lebih khusus lagi kepada Akh Rudi, Akh Fadly, Akh Agus, Akh Adit, Akh Dayat, Akh Dedi, Akh Farid, Akh Hangga, Akh Anto, dan lainnya yang tak bisa kami sebut satu persatu. Terimakasih banyak dan mohon maaf kalo ada yang tidak berkenan. Ditunggu undangan berikutnya ya.

3 Tanggapan

  1. Subhanallah, senang rasanya bisa bertemu dengan teman yang jauh-jauh datang dari bandung. Jazakumullah atas pelatihan yang telah diberikan. Itu bermanfaat banget bagi kami yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus. Semoga lain kali bisa berkunjung lagi kesini (Kalimantan Timur).

  2. Albaz… wah kereen…
    senang sekali bisa berkunjaung ke samarinda,
    alhamdulillah udah tiga minggu disini.. :)

Tinggalkan Balasan