Posted on Mei 3, 2009 by Albaz
Just Reminder, Bro n Sist..
Beberapa hari yang lalu, aku sempet kehilangan beberapa file TA. Masalahnya sepele, gara-gara salah ngapus partisi HardDisk. Satu partisi yang isinya file kuliah termasuk TA ilang semua. Hu-hu-hu.
Waktu itu aku lagi iseng pengen ngapus salah satu partisi yang udah gak dipake lagi, biasanya pake norton partition magic, nah, waktu itu lagi pengen coba-coba pake Disk Manager-nya Windows. Entah bagaimana, tiba-tiba semua terjadi begitu saja.
Untungnya, Alhamdulillah beberapa file TA yang cukup krusial masih tersimpan beberapa di flash disk. Sisanya yang hilang, musti aku serching dan minta ke temen satu topik lagi.
Hikmahnya: Mari sodara-sodara. Sedia back up sebelum TA. Sekarang juga. di Flasdisk, CD/DVD, dan ftp kalo perlu.
Beberapa hari kemudian, Aku sempet ngobrol2 dengan anak FT. konon katanya, ada yang mengalami hal yang serupa. Data-data TA-nya hilang karena laptopnya raib. Impact-nya lebih parah. Dia harusnya bisa lulus April ini, tapi gara-gara kejadian tersebut, lulusnya musti ditunda.
Yah, banyak hal yang mungkin bisa terjadi di luar rencana kita. Kita sudah mati-matian bekerja bisa saja sirna dalam sekejap mata. Mungkin disini pentingnya juga berdoa disamping bekerja. Sambil menyiapkan segala kemungkinan terburuk tentunya.
DIarsipkan di bawah: Cur Hard | 9 Komentar »
Posted on April 28, 2009 by Albaz
Dalam rangka menyambut Ujian Akhir Semester, Gerilya Antenna, dan Tugas Akhir yang akan jatuh beberapa minggu ke depan, aku mendeklarasikan dua hari yang lalu sebagai harinya senang-senang: Groovy Time! Beda dari yang biasa-biasanya, acara senang-senang kali ini memiliki tema, yaitu: Bersama kita bisa, bersenang-senang membangun bangsa dalam keanekaragaman budaya, cinta, dan karya. Hohoho. Mulai Lebai.
Pertama, Hari Sabtu dibuka dengan rapat Dewan Direksi bersama dua orang kolega dari Seni Rupa dan Farmasi. Berhubung intinya adalah senang-senang, rapat dewan direksi dilakukan penuh kekeluargaan sambil berkeliling Kota. Kebetulan, hari ini Kami juga harus melakukan kunjungan ke salah satu rekanan bisnis Kami di daerah Cikutra. Hoho. Serem kali, rekan bisnis. Kunjungan berlangsung sukses dalam suasana penuh cinta.
Sepulang dari Cikutra, Kami Sholat Dhuhur di Masjid Pusdai dan makan siang di Warung Nasi Timbel “Istiqomah” di jalan Istiqomah, dekat SD, SMP, dan SMA Istiqomah. (bener gitu? Enggak lah, yang pasti ada di dekat Masjid Istiqomah, dekat Gedung Sate). Konon, menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, Makanan yang dijual di Warung ini mak-nyus punya. Veri rekomended buat para pendatang dari luar Bandung. Jangan bilang pernah datang Ke Bandung kalau belum mencoba duduk di warung ini. Dan ternyata, memang benar sodara-sodara: mantap jaya rasa-nya. Ayam-nya, paru-nya, nasi-nya, minumnya, piringnya, kobokannya, yang jualnya
, pokoknya semuanya oke punya. Boleh dicoba.

tebak2 berhadiah, dimanakah foto ini diambil?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 15 Komentar »
Posted on April 15, 2009 by Albaz
Beberapa hari yang lalu, Subuhku bukanlah subuh biasa (afgan mode: on, hehe)
Si bapak Imam yang biasanya langsung mimpin dzikir bada sholat, ga ada angin, ga ada hujan, kemaren tiba2 ngasi kultum..
Wah, pasti kultum bukan sembarang kultum pikirku. Aku yang biasanya langsung ngeloyor, jadi duduk manis barang sejenak (duduknya biasa aja, yang manis orangnya.. hehehe)..

Ternyata memang special kultum, kultum yang agak langka, tapi penuh hikmah.. mau aku ceritain lagi, tapi ternyata waktu tanya mbah google, eh sudah ada yang ngebuat versi ketikannya, ya wes aku copas aja..
begini ceritanya…
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Pray Hard | Ditandai: kendi, tausiah, zuhud | 9 Komentar »
Posted on April 15, 2009 by Albaz
Berita duka datang dari Teknik Telekomunikasi ITB kawan, salah satu Laboraturium andalannya: Lab Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro (LTRGM) a.k.a Lab radar yang juga salah satu spot favoritku akhir-akhir ini kesamber petir.
Kejadiannya di hari senin, 13 April yang lalu. Waktu hujan sedang lebat-lebatnya, awan lagi mendung-mendungnya, dan aku lagi sibuk-sibuknya (hehehe), sebiji petir menyambar menara telekomunikasi (BTS/ Base Tranceiver Station) tepat di sebelah Lab yang punya nilai historis paling tinggi (hehe, you know,lah) di ITB ini.
Dan kebetulan sekali, ruangan tempatku berada menghadap ke arah menara tersebut sehingga pada saat kejadian, percikan cahaya sempat membuat shock. Bayangkan sodara-sodara, petir menyambar kurang dari 5-10 meterlah dari tempatku berada, hanya saja saat itu aku berada di dalam ruangan. Ya Allah, Thanks for saving me.
Jedeeerr (bunyi petir)
Seketika itu juga, lampu ruangan berdisko sesaat, dan Oh nooo, Komputerku Matot, mati total, wassalam. Wah, padahal lagi chattingan. Nasibmu lee..
“Ati-ati jangan ada yang pegang besi”
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Cur Hard, Work Hard | Ditandai: petir, radar, Telekomunikasi | 16 Komentar »
Posted on Maret 17, 2009 by Albaz
Innalillahi wainnailaihi roji’un.
Pagi tadi pulang dari joging (halah, joging setahun sekali aja), dapat kabar dari ibu2 tetangga kalo bapak tetangga depan kos-ku meninggal dunia gara-gara sakit.
Memang, sejak setahun lebih sebulan yang lalu, beliau terkena penyakit stroke sehingga setiap hari hanya berbaring di kasur dan sesekali di pagi hari duduk2 di depan rumahnya.
yang membuatku kagum adalah ketegaran dan kesabaran sang istri, bisa dibayangkan setiap hari selama sang suami menderita penyakit itu, beliau harus menambah beban pekerjaannya untuk mengurus semua urusan sang suami, mulai dari menyiapkan makan, mandi, bersih2, sampai uirusan mencari nafkah. Subhanalloh. dan semua itu dilakukan setiap hari sampai entah kapan.
Jadi inget kisah seorang suami yang pernah diangkat di Kick Andy. Yang mengalami nasib mirip-mirip cerita di atas. Istrinya sakit, bukan cuma tidak bisa bergerak, bahkan berkata-kata pun tidak mampu. Namun setiap hari sang suami selalu setia dan mengajak berkomunikasi tiap hari meski jawaban dari sang istri hanya anggukan, kedipan mata, dan sesekali air mata.
Subhanalloh. Kalo kita dalam posisi seperti itu, masih bisa ga ya kita melakukan hal yang sama…
Mengapa Slalu aku yang mengalaaahh..
tak pernahkah kau berfikir, sedikit tentang hatiku…
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 9 Komentar »
Posted on Maret 17, 2009 by Albaz
Malem tadi aku makan di pecel lele taman sari, sambil nunggu pesenan, datanglah seonggok, eh sesosok makhluk bernama pengamen.
dengan tampang PD dan suara yang nyaring memecah kesunyian malam dia bernyanyi.
jreng-jreng-jreng..
la-lala-la…
bla-bla-bla…
(ga jelas nyanyi lagu apa)..
yang lucu, pas udah selesai menyumbangkan (baca: membuat sumbang) suara emasnya, sang penyanyi itu pun berkata.
“terima kasih atas perhatiannya, semoga anda selamat sampai tujuan dan zxcvzbnsg zhdfhf blub-blub-blub…”
(suaranya tiba-tiba tidak jelas dan mengecil seperti ending lagu-lagu jaman dulu)
snap-snap-snap..
haloo mas, tolong ya, kita ada di warung, bukan di angkot…
fungsi “suara” ternyata berbanding terbalik dengan fungsi “merahnya wajah sang pujangga”. semakin mengecil suaranya, semakin memerah wajahnya. malu.
tiba-tiba ia jadi salah tingkah dan buru-buru ngacir keluar tenda dan mencoba peruntungannya di warung tenda lainnya..
yah begitulah sodara-sodara nasib sang pengamen yang sepertinya biasa standby di bis-bis dan angkutan umum namun kini musti beradu nasib di warung-warung tenda.
hariu ini kita belajar satu hal dari sang pengamen nan lugu itu, bahwa adaptasi dan pengenalan medan itu penting sebelum semuanya terlambat dan mengacaukan rencana kita. hehe
“mas-mas, yang sabar ya, insya Alloh nambah pengalaman…”
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: garing, pengamen | 5 Komentar »
Posted on Maret 14, 2009 by Albaz
Pengen tau bagaimana orang-orang luar memandang orang Indonesia?
check this out..
—-
When doing business in Indonesia, don’t be surprised …
If you have to arrange several meetings, or even make another trip, to accomplish what you would usually do in a few hours. By Western standards, Indonesians can be slow to make decisions, preferring to mull things over, often committee-style. It’s important not to show impatience, which is again considered rude.
If an Indonesian associate suddenly falls silent in a meeting, as they are comfortable with long silences. Don’t take it as a sign that you’ve offended them.
If there are last-minute cancellations, or even no-shows, at meetings or functions.
If someone doesn’t respond to an invitation, but arrives nevertheless. When hosting a function, a buffet meal is preferable as it’s normal not to know how many will attend until they arrive.
If you discover that “yes” doesn’t necessarily mean “yes”. For instance, in response to a question “Will the job be finished by Monday?” you’re told “Yes, but …” and the person goes on to tell you something that makes clear there’s no way it will be finished by then. Indonesians dislike saying “no” and will instead often evade a question or pretend they didn’t hear it.
If you are asked personal questions such as, “Why aren’t you married?”, “How old are you?” or even “How much do you earn?”, which are not considered impolite.
—
Indonesia banget kan??
artikel komplitnya bisa diunduh di file.gamais.itb.ac.id/incoming/kholil/face to face indonesia.pdf
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »